Bibi cicih (50) adalah salah seorang dari ribuan orang yang kurang beruntung, dan bibi cicih adalah tulang punggung keluarganya, bibi cicih sekarang pekerjaannya nyuci (baju ibu yang punya kosan dan ada sebagian orang-orang yang ngekos disana) dan membersihkan kosan, setiap bulan dia hanya dibayar RP100.000, kalau bukan karena keadaan yang seperti ini dia tidak mau bekerja karena gaji dan tenaga yang dikeluarkan setiap hari tidak seimbang, walaupun dia sudah rentan dan tua tapi semangat nya tak pernah padam untuk terus membiayai seluruh keluarganya.
suami bibi cicih (60) pun sama sekali tidak berkerja karena susahnya mendapat kerjaan,
bibi cicih menikah pada usia 20 tahun dan sekarang sudah di karuniai 3 orang anak dan semua anak-anaknya masih tinggal satu rumah dengan bi cici, rumahnya yang sempit dan sangat sedikitnya pasilitas yang jelas sangat menghawatirkan, anak-anak bibi cicih tidak ada satu pun yang berkerja. Bukannya mereka tidak berusaha namun karena 2 anak bibi hanya tamatan SD sedangkan di zaman sekarang persaratan untuk kerja yang paling rendah adalah SMA, Anak pertama bibi cicih namanya Soni (27) laki-laki hanya tamatan SMP.sudah menikah dan istrinya dan anaknya tinggal bareng dengan bi cicih, mereka memiliki anak berusia 2 tahun, lalu anak kedua bibi cicih namanya Beri (23) dia sudah menikah tetapi mereka tidak hidup bareng, istrinya tinggal di rumah orangtuanya,
beri juga sama seperti soni tidak bekerja, kadang mereka kerja kalau ada orang yang membutuhkan tenagganya, beri mempunyai anak berusia 2 bulan. Terakhir Novi (20) anak satu-satunya bibi cicih yang perempuan .dia tidak sampai tamat SMP dia hanya sampai kelas 2 dia keluar karena masalah ekonomi yang sangat kurang, jangankan buat menyekolahkan anaknya buat makan sehari-haripun sangat susah kadang makan kadang juga menahan laper, kadang bibi minta makan sama sodara yang dekat
Sungguh malang nasip bibi cicih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar