Jumat, 26 Juni 2009
catatan sebelum keberangkatan Q(derita yulis)
soo.. beberapa barang2 aku yang kemungkinan berat dan nggak bakal ke pake di sana aku kasih aja ke bibi cicih,(pembantu kost)
jadi sekarang kamar ku nggak begitu penuh dan terlihat lega banget.cuma kasian kamar yulis (tetangga kost ku) udah kaya tempat pengungsian.*hihihi
soalnya sampai detik ini aku tidur+mandi+makan+pup di kamar nya
abis kamar ku belom kelar sih...huehue salahkan ibu kost ku!!!
aku tidur di kamar yulis cuma bawa tv,rice cooker,kipas angin,dispenser,tempat sabun,bantal guling selimut,tas dan baju tidur, cuma baju dalem n baju buat hang out aku tetep simpen di lemari kamar ku
ampe ampe yulis pacaran n beratem di kamar nya aja ada aku wiw aku bagaikan setan di antara dua insan manusia
Rabu, 17 Juni 2009
ibu cicih (sang pembantu)
Bibi cicih (50) adalah salah seorang dari ribuan orang yang kurang beruntung, dan bibi cicih adalah tulang punggung keluarganya, bibi cicih sekarang pekerjaannya nyuci (baju ibu yang punya kosan dan ada sebagian orang-orang yang ngekos disana) dan membersihkan kosan, setiap bulan dia hanya dibayar RP100.000, kalau bukan karena keadaan yang seperti ini dia tidak mau bekerja karena gaji dan tenaga yang dikeluarkan setiap hari tidak seimbang, walaupun dia sudah rentan dan tua tapi semangat nya tak pernah padam untuk terus membiayai seluruh keluarganya.
suami bibi cicih (60) pun sama sekali tidak berkerja karena susahnya mendapat kerjaan,
bibi cicih menikah pada usia 20 tahun dan sekarang sudah di karuniai 3 orang anak dan semua anak-anaknya masih tinggal satu rumah dengan bi cici, rumahnya yang sempit dan sangat sedikitnya pasilitas yang jelas sangat menghawatirkan, anak-anak bibi cicih tidak ada satu pun yang berkerja. Bukannya mereka tidak berusaha namun karena 2 anak bibi hanya tamatan SD sedangkan di zaman sekarang persaratan untuk kerja yang paling rendah adalah SMA, Anak pertama bibi cicih namanya Soni (27) laki-laki hanya tamatan SMP.sudah menikah dan istrinya dan anaknya tinggal bareng dengan bi cicih, mereka memiliki anak berusia 2 tahun, lalu anak kedua bibi cicih namanya Beri (23) dia sudah menikah tetapi mereka tidak hidup bareng, istrinya tinggal di rumah orangtuanya,
beri juga sama seperti soni tidak bekerja, kadang mereka kerja kalau ada orang yang membutuhkan tenagganya, beri mempunyai anak berusia 2 bulan. Terakhir Novi (20) anak satu-satunya bibi cicih yang perempuan .dia tidak sampai tamat SMP dia hanya sampai kelas 2 dia keluar karena masalah ekonomi yang sangat kurang, jangankan buat menyekolahkan anaknya buat makan sehari-haripun sangat susah kadang makan kadang juga menahan laper, kadang bibi minta makan sama sodara yang dekat
Sungguh malang nasip bibi cicih
Selasa, 16 Juni 2009
Whatever i saY
aku ingin juga merasakan nya tapi ,aq takut kalo pernikahan ku kelak seperti ibu dan ayah ku
aku bener2 takut
aku kangen pelukan ayah dan ibuku dulu waktu ku kecil, karna ego kalian aku hancur menjadi anak broken home
andai aku bisa memutar waktu, aku ingin aku tak di lahirkan
AKU BENCI PERCERAIAN
buat aku orang yang bercerai adalah orang yang memikirkan diri sendiri
mereka nggak punya otak buat memikirkan masa yang akan datang, mereka adalah sampah masyarakat...
aQ juga sangat membenci laki2 yang nggak bisa membuat istri nya bahagia
hanya bisa menyiksa lahir dan batin dan juga memanfaatkan nya, tidak memikirakan anak nya, apa lagi kalo bercerai hanya karna ada PIL/WIL
DeMi TUHqn kalo aQ jadi anak kalian aQ akan murka
POLIGAMI itu hanya alasan
seorang laki2 yang nggak punya malu dan nggak bisa menjaga alat kelamin nya untuk mencicipi wanita.apapun alasan nya poligami adalah hyper sex,
kalo pun ada laki2 yang udh ada niat poligami sebelum menikah mending di lenyapkan aja dari muka bumi kalo perlu paketin aja ke kutub utara biar aja sekalian kawin ama beruang kutub mau poligami YA silakan,
70% alasan orang poligami kata nya adalah BERDASARKAN AGAMa
tapi 100% Alasan sebenarnya orang poligami adalah OTAK CABUL.